Sabtu, 16 Juni 2012


TUGAS SOFTSKILL

1. Jenis-jenis perencanaan organisasi wirausaha !
   Jawab : 
Aktivitas perencanaan bisa dibagi menjadi dua: perencanaan taktis dan perencanaan strategis.
- Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan.
- Definisi Strategi
Strategi didefinisikan sebagai suatu rencana luas dan umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan organisasional jangka panjang.
- Manajemen Strategis
Manajemen strategis didefinisikan sebagai proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategi organisasional yang tepat guna. Proses manajemen strategis umumnya terdiri dari empat langkah yang berurutan dan kontinyu:
a. Perumusan strategi
b. Implementasi strategi
c. Pengukuran hasil strategi
d. Evaluasi strategi         
- Perencanaan Taktis
Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Jangka pendek adalah kurun waktu kedepan yang berkisar satu tahun atau kurang.

2. Pendekatan dalam perencanaan organisasi wirausaha !
    Jawab :
Tingkatan pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaan adalah:
1. Pendekatan probabilitas tinggi
2. Pendekatan maksimisasi
3. Pendekatan adaptasi

3. Alat-alat perencanaan dalam organisasi wirausaha !
    Jawab :
1.       Dalam membantu mengambangkan rencana-rencana, wiraswastawan menggunakan teknik alat-alat perencanaan yaitu:
1. Peramalan
yaitu teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Pentingnya peramalan terletak pada kemampuannya membantu wiraswastawan mengerti dengan lebih baik perbaikan masa depan dari lingkungan organisasional untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif.
2. Metode analisis runtun waktu
Digunakan untuk memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan. Informasi menunjukkan hubungan antara waktu dan penjualan biasanya disajikan dalam bentuk grafik. Penyajian ini dengan jelas menunjukkan kecenderungan dimasa lalu, yang biasa digunakan untuk meramalkan penjualan dimasa mendatang.
3. Penjadwalan
Proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Daftar aktivitas tersebut merupakan bagian internal dari rencana organisasional.
4. Peta Gannt Chart
Dikembangkan oleh Hendry L. Gannt. Merupakan diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu horizontal dan sumber daya yang dijadwalkan berada pada sumbu vertical.
5. PERT (Program Evaluation and Review Techinique)
Jaringan aktivitas proyek yang menunjukkan baik estimasi waktu yang diperlukan dalam proyek, maupun hubungan berangkai antara aktivitas-aktivias yang harus diikuti untuk menyelesaikan proyek.
6. Jalur Kritis
Merupakan rangkaian dari peristiwa dan aktivitas yang memerlukan peride waktu paling lama untuk diselesaikan.

4. Teori organisasi wirausaha !
    Jawab :
a. Neo Klasik, teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilag teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.
b. Schumpeter’s entrepreneur, kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Menurut beliau, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan. Hmmm agak jelimet juga nih. Saya mencoba membuat interpretasi lain terhadap pernyataan teoritis tersebut, “Orang-orang yang statis atau bertindak seperti kebanyakan orang tidak akan membawa perubahan“. Schumpeter berupaya melakukan investigasi terhadap dinamika di balik perubahan ekonomi yang diamatinya secara empiris. Singkat cerita, akhirnya beliau menemukan unsur eksplanatory-nya yang disebut “inovasi“. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut disebut entrepeneur. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan membuat perubahan. 
c. Austrian School, Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal. Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya. 
d. Kirzerian Entrepreneur, Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural. Singkat kata, unsur entrepreneur dalam pengambilan keputusan manusia dikemukan oleh Om Kirzer Dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang superior inilah seorang entrepreneur bisa menghasilkan keuntungan. Petuah lain dari beliau adalah “This insight is simply that for any entrepreneurial discovery creativity is never enough: it is necessary to recognize one’s own creativity“.Sebenarnya masih banyak sih “petuah-petuah” beliau ini, terutama dikaitkan dengan teori-teori ekonomi sebelumnya, termasuk tanggapannya terhadap teori keseimbangan dari neo klasik. Tapi cukup sudahlah, toh mata kuliah entrepreneurship tidak akan terlalu berat di teori kok. Nanti mahasiswa pada protes lagi, “Pak kok belajar teori mulu nih, kapan kita bisa berlatih menjadi seorang entrepreneur nih!!”. Makanya di kelas kita  lebih banyak berlatih bagaimana membuat proposal bisnis serta berlatih kreaivitas dan inovasi melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (disain brosur, e-marketing, teknik presentasi, dll). Lagian, teori-teori di atas lebih banyak dikaitkan dengan teori ekonomi.
e. Teori Entrepreneur dari perspektif individu 
Beberapa di antaranya adalah (1) life path change, (2) Goal Directed Behaviour, dan (3)Outcome expectancy.

5. Departementalisasi tentang manajemen !
    Jawab :
     Organisasi harus bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
          Organisasi harus berubah mengikuti perkembangan lingkungan
          Perubahan yang ideal adalah perubahan yang direncanakan
          Karakteristik perubahan
           
          Definisi perubahan dalam organisasi
          Perubahan yg cukup substansial terhadap suatu bagian atau keseluruhan organisasi
          Perubahan terhadap jadwal kerja, departementalisasi rentang manajemen, desain organisasi, mesin baru.    
         Contoh: komputerisasi dalam perusahaan
            
           Faktor eksternal
           Lingkungan selalu berubah
           Perubahan yang mengancam dan yang memberi kesempatan
           Preferensi konsumen, teknologi informasi.
           Faktor internal
           Perubahan strategi
           Perubahan manajemen
           Perubahan yang direncanakan manajemen perubahan
      Perubahan organisasi secara sistematis agar desain organisasi menjadi lebih sesuai dengan  lingkungannya
           Perubahan yang direncanakan manajemen perubahan
       
          Model force-field (kurt lewin)
          Kekuatan pendorong adanya perubahan
          Teknologi baru
          Bahan baku yg lebih baik
          Kompetisi
          Tekanan pengawas
          Kekuatan penahan adanya perubahan
          Norma kelompok
          Takut akan perubahan
          Perasaaan puas akan kondisi sekarang
          Ketrampilan yang dipunyai saat ini.
        jika, pendorong perubahan semakin kuat maka reaksi penahan semakin juga semakin kuat.ècara efektif dengan memperlemah faktor penahannya.

      6. Bagaimana tentang pengembangan organisasi wirausaha !
          Jawab :
    a. Strategi untuk mengubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
    b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
    c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
    d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
    e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan

    7.  Norma dan etika bisnis dalam kewirausahaan !
        Jawab :
    1. Etika Bisnis atau Kewirausahaan
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
·   Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
· Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnyatentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang).
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:
· Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.
·  Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
·  Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi.
Menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M. Griffin, etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi. Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pemilik kepentingan.
Jadi, Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.

    2. Norma Kewirausahaan
      Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah penting yang dalam bisnis adalah norma etika. Menurut Zimmerer (1996:22), ada tiga tingkatan norma etika, yaitu :
    1. Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hukum hanya mengatur perilaku minimum.
    2. Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arah khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari-hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan / organisasi.3. Moral sikap mental individual, sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal.

    8. Prinsip-prinsip etika dan perilaku bisnis !
         Jawab :
     1. Prinsip  Etika dan Norma Kewirausahaan
a. Prinsip tanggung jawab
· Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya.
· Tanggungjawab atas dampak profesinya terhadap kehidupan dan kepentingan orang lain.
b. Prinsip keadilan (first come first serviced)
c. Prinsip otonomi
(kebebasan sepenuhnya dlm menjalankan profesinya)
·  Prinsip otonomi dibatasi oleh tanggung jawab dan komitmenprofesi
·  Pemerintah boleh campur tangan utk keselamatan umum
d. Prinsip integritas moral
Komitmen pribadi utk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain dan masyarakat.
2. Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis
a.  Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
b.  Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling percaya.
c. Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
d.  Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara, jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan,behitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik kepentingan.
e.  Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan, dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
f. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
g.  Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
h. Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
i.   Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
j.   Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh.

9. Cara-cara mempertahankan standar etika bisnis dalam wirausaha !
    Jawab :
1. Menciptakan kepercayaan perusahaan
2. Mengembangkan kode etik
3. Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Melindungi hak perorangan
5. Mengadakan pelatihan etika
6. Melakukan audit etika secara periodic
7. Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan
8. Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan
9. Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
10. Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika

10. Tanggung jawab perusahaan terhadap wirausaha !
      Jawab :
Etika akan sangat berpengaruh pada tingkah laku individual, dalam hal ini tanggung jawab sosial mencoba untuk menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan sosial.
Tanggung jawab perusahaan, meliputi:
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan
Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan dan menjaga lingkungan.
2. Tanggung jawab terhadap karyawan
Semua aktivitas sumber daya manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan, dengan cara:
· Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
· Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negatif
· Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan
· Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya
· Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik
· Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3.  Tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:
· Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
· Memberikan harga produk yang wajar dan adil
Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:
· Hak untuk mendapatkan produk yang aman
· Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
· Hak untuk didengar
· Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.

Daftar Pustaka :
http://stock-engineering.blogspot.com/2010/12/etika-dan-norma-norma-kewirausahaan.html

Senin, 07 Mei 2012

TUGAS SOFTSKILL 3

1. Pembiayaan usaha baru berasal dari...
Jawab : wirausaha mempunyai akses pada dua kategori keuangan : pribadi dan masyarakat. Sebagian besar usaha bermula dari sumber daya pribadi. Sebuah perusahaan mungkin didirikan dengan modal awal yang diperoleh dari tabungan pribadi dari para pemiliknya. Sahabat dan orang dekat mungkin bisa juga menjadi sumber pembiayaan pribadi. Keinginan mereka untuk meminjamkan atau menanamkan uangnya terletak pada pengetahuan mereka dan kepercayaan terhadap pengalaman, karakter, dan kemampuan individu. Pengetahuan ini mengurangi resiko ketidak tahuan yang dihadapi oleh investor dari luar.

2. Masalah - masalah dalam pencarian modal yang terjadi dalam wirausaha..
Jawab : a. Kurangnya ketajaman bisnis 
            b. Kurangnya pengalaman bisnis
            c. Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal 
            d. Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
            e. Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

     3. Penentuan hubungan finansial perusahaan..
     Jawab : Penentuan hubungan finansial perusahaan :
                 a. Perencanaan Likuiditas
                 b. Perencanaan Laba
                 Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
                 a. Proyeksi laporan laba/rugi
                 b. Proyeksi laporan neraca
                 c. Proyeksi arus kas
                 d. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas


     4. Penetapan kelayakan usaha baru...
     Jawab : Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan. Alasan utama terjadinya kegagalan dalam berwirausaha yaitu :
            1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai
            2. Kinerja produk yang salah
            3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
            4. Tidak disadarinya tekanan persaingan
            5. Keusangan produk yang terlalu cepat
            6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat
            7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi yang berlebih-lebihan pasa asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan.


     5. Analisa kelayakan teknis...
     Jawab :

  Dua  kriteria prinsip yang termasuk dalam katagori teknis adalah: efektivitas dan ketercukupan (adequacy). Efektif berarti proyek dapat mencapai tujuan yang diharapkan.Seringkali ketercapaian tujuan tidak selalu dapat dilacak hanya karena keberadaan proyek tersebut, sering banyak faktor yang lain ikut mempengaruhi. Cara paling langsung dan cepat untuk memprediksi kelayakan teknis adalah dengan cara melihat apakah proyek seperti itu secara teknis dapat dilaksanakan di tempat lain. Tetapi, perlu diwaspadai faktor-faktor lain yang khas di lokasi mungkin sekali ikut mempengaruhi keberhasilan proyek di lokasi tersebut, sehingga cara ini pun tidak selalu cocok untuk dipakai. Beberapa dimensi dalam ke-efektivitas-an meliputi: langsung atau tidakk langsung, jangka panjang atau jangka pendek, bisa dikuantitatifkan atau tidak, mencukupi atau tidak. Proyek dikatakan berpengaruh langsung bila pengaruh tersebut memang menjadi tujuan proyek tersebut; pengaruh tidak langsung merupakan pengaruh ikutan, yang sebenarnya bukan menjadi tujuan proyek tersebut. Contoh, bila proyek pembangunan mal di temapt rekreasi pusat kota menciptakan peluang baru berkembangnya kegiatan rekreasi maka ini dinamakan pengaruh langsung; tapi bila pembangunan ini juga meningkatkan harga tanah disekitarnya, maka kenaikan harga tanah tersebut merupakan pengaruh tidak langsung. Katagori pengaruh menjadi  jangka panjang dan jangka pendek tergantung macam program. Seberapa jauh jangka panjang tersebut, sangat relatif, berbeda dari satu program ke program lain. Sebagai rumus umum, jangka panjang berarti jauh ke masa depan, sedangkan jangka pendek adalah waktu yang segera tiba. Misal, suatu pembangunan jalur hijau (taman) dalam jangka pendek mungkin akan menurunkan harga tanah sekitarnya, tapi dalam jangka panjang mungkin akan menaikkan harga tanah disekitarnya (karena mungkin makin sulit mencari lahan yang dekat taman yang menyegarkan).


           

6. Penilaian kemampuan organisasi...
Jawab : Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasional.
Dalam penilaian ini dilakukan :
•          - Penentuan kebutuhan personalia dan perancangan struktur organisasi awal
•          - Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia
Analisa Persaingan
Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
        -  Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama
      - Tekanan tidak langsung dari barang subtitusi
Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas :
a         - Identifikasi pesaing besar potensial
             -  Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi ventura yang direncanakan
             -  Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari ventura yang direncanakan dan pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan tersebut.

j   7. Tentang analisa persaingan dalam wirausaha...
    Jawab : - Mengidentifikasi pesaing
                - Menentukan sasaran pesaing
                - Identifikasi strategi pesaing
                - Analisa kekuatan dan kelemahan pesaing
                - Identifikasi reaksi pesaing
                - Strategi menghadapi pesaing


     8. Tentang waralaba :
        Jawab :
        A. Waralaba Merupakan peluang bagi wiraswastawan untuk masuk dalam usaha dengan    pemanfaatan pengalaman, pengetahuan, dan dukungan dari pemberi franchise.
        
        B.  Resiko kegagalan bisnis waralaba jauh lebih kecil dibanding bisnis lain seperti Distributor, Direct Sales Business (Penjualan Langsung) dan berbagai konsep bisnis lain. Risiko kegagalan pembeli waralaba adalah 5% – 15%, sedangkan pada bisnis biasa berada di angka lebih dari 60%.
        
       C. Kontrak atau persetujuan franchise adalah tahap akhir untuk menjadi pemakai franchise. Diperlukan pengacara yang berpengalaman dalam franchise. Syarat-syarat yang bisa dipebaharui akan menunjukkan panjang kontrak dan persyaratan untuk memperbaharuinya. Persyratan financial akan menentukan harga dari franchise, jadwal pembayaran, royalty yang harus dibayar, dll. Permasalahan pemutusan perjanjian franchise sering mendatangkan perkara hukum dibandingkan persoalan lain dalam franchise.
        
       D. Keuntungan waralaba :
       1. Konsep bisnisnya sudah jelas dan dibantu dengan adanya Pelatihan sehingga bisnis berjalan sesuai dengan konsep atau sesaui dengan produk utama.
       2. Menjalankan konsep bisnis yang sudah jalan dan dikenal oleh masyarakat
  3. Kontrol bisnis sudah dibantu oleh system
  4. Bisa konsultasi dengan penyedia waralaba setiap kendala yang diahadapi di lapangan
  5. Pengembangan bisnis dipikirkan juga oleh penyedia waralaba

      
      E. Kerugian waralaba :
      1. Rugi Ketika salah memilih waralaba karena di awal kita telah menyetorkan uang franchise fee yang nilainya cukup besar
      2. Keuntungan yang didapat sebagian penyedia waralaba menetapkan bagi hasil
 3. Sebagian penyedia waralaba tidak banyak membantu dalam mengembangkan bisnis, mereka hanya memberikan konsep, mentrasfer konsep tetapi mereka tidak bertanggung jawab terhadap kesuksesan bisnis, mereka lepas tangan terhadap perjalanan bisnis selanjutnya.
4. Jika bisnis utama mendapat masalah maka akan berpengaruh terhadap bisnis waralaba yang lainnya.
Oleh karena itu ketika kita memutuskan untuk menjalankan bisnis waralaba maka kita harus pelajari benefit dan support apa yang diberikan oleh penyedia waralaba, peran yang diberikan oleh penyedia waralaba harus besar dan kita memang sangat membutuhkannya karena kita memang tidak bisa melakukannya sendiri dan tidak punya pengalaman terhadap bidang tersebut.

      F. Jenis-jenis hak guna paten :
      1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
      2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
      3. Franchise yang menawarkan jasa, seperti agen pribadi, konsultasi pajak, dan real estate.

      G. Persetujuan hak guna paten
      Ada beberapa persetujuan dalam hak guna paten :

  1. Franchising : sistem pemasaran yang mencakup 2 pihak, yang terikat dalam perjanjian legal, dimana salah satu pihak di dalam kontrak yang menspesifikasikan metode yang harus diikuti dan dipenuhi pihak lain
  2. Franchising produk dan merek
  3. Franchising format : franchisee mendapat seluruh sistem pemasaran dan petunjuk dari franchisor
  4. Master license/sebagai penerima izin utama : (perusahaan / pribadi bertindak sebagai agen penjual untuk menemukan franchisee baru.

      Referensi :

Selasa, 24 April 2012

TUGAS SOFTSKILL
1. Apa inti dan karakteristik kewirausahaan ?
    Inti dari kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan     berbeda. Seseorang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya.
    Adapun karakeristik yang diciptakan oleh suatu kewirausahaan, yaitu :
    a. Motif berprestasi tinggi
    b. Selalu Perspektif
    c. Memiliki kreativitas tinggi
    d. Memiliki perilaku inovatif tinggi
    e. Selalu berkomitmen dalam pekerjaan, memilki etos kerja dan tanggung jawab
    f. Mandiri atau tidak ketergantungan
    g. Berani menghadapi resiko
    h. Selalu mencari peluang
    I. Memiliki jiwa kepemimpinan
    j. Memilki kemampuan manajerial
    k. Memilki keterampilan personal

2. Bagaimana mengidentifikasi potensi kewirausahaan ?
    1. Kemampuan inovatif
    2. Obyektifitas
    3. Tanggung Jawab pribadi
    4. Keinginan untuk berprestasi
    5. Toleransi terhadap kemenduaan 
    6. Kemampuan beradaptasi
    7. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
    8. Kemampuan perencanaan realistis
    
3. Mengapa disiplin ilmu kewirausahaan dapat diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu yang independen ?
   Menurut Soeharto Prawirakusumo pendidikan kewirausahaan diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen karena hal sebagai berikut :
 - kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata, yaitu terdapat teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
 - Kewirausahaan memilki dua konsep, yaitu posisi permulaan dan perkembangan usaha yang jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilkan usaha.
 - Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
 - Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

4. Jelaskan hal-hal yang menjadi objek studi kewirausahaan !
    - Kemampuan merumuskan tujuan hidup atau usaha
    - Kemampuan memotivasi diri
    - Kemampuan berinisiatif
    - Kemampuan berinovasi
    - Kemampuan membentuk modak material, sosial, dan intelektual
    - Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri
    - Kemampuan mental yang dilandasi agama
    - Kemampuan membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik    maupun yang buruk.

5. Apakah yang dimaksud dengan hakikat kewirausahaan ?
    - Kewirausahaan adalah suatu sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
    - Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
    - Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
    - Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha.
    - Kewirausahaan adlah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat memberi nilai lebih.
    - Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaiangan.

6. Jelaskan pandangan berbagai ahli mengenai definisi kewirausahaan !
    a. DR. Poempida Hidayatullah B.eng Ph.D DIC, kewirausahaan adalah keberanian memulai dan merintis suatu usaha yang berkesinambungan dan menciptakan lapangan kerja baru sehingga menjadi pemain ekonomi yang mandiri.
    b. Peter F Drucker menyimpulkan bahwa Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) 
   c. Thomas W Zimmerer, Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. 
  d. Arif F. Hadipranata, wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.
  e. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha.
  f. Andrew J Dubrin, wirausaha adalah Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
  g. Robbin & Coulter, Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan. 
  h. Soeharto Prawiro menjelaskan, Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). 
  I. Acmad Sanusi mengemukakan, Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
 J. Jean Baptista Say berpendapat  Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. 
 K. Frank Knight menjelaskan, Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan. 
   L. Joseph Schumpeter berpendapat, Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam seperti memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, memperkenalkan metoda produksi baru, membuka pasar yang baru (new market), Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. 
  M.Penrose menjelaskan, Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Referensi :
http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/